Melawan Lupa: Ngamen Puisi Wiji Thukul
Posted By dny on August 26th, 2010
Posting ini adalah bentuk dukungan untuk upaya yang terus-menerus mengingatkan publik pada deretan “hutang” Orde Reformasi yang sampai sekarang masih belum juga dibayar lunas. Alih-alih mengungkapkan apa-apa yang menjadi hak publik untuk tahu, kita seperti tidak hentinya digiring untuk lupa. Mari kita tidak melupakan mereka yang dihilangkan dan dirampas hak-haknya.
Karena saya tidak punya keberanian untuk ngamen puisi di muka umum, maka saya menggunakan medium ini saja untuk ngamen. Selamat ulangtahun, Wiji Thukul!
(Kalau ingin ikutan dalam kampanye ini, klik saja image di atas untuk informasi lengkapnya.)
SAJAK SUARA
(Wiji Thukul)
sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!
sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan
Tags: melawan lupa, puisi perlawanan, wiji thukul